jackalride

ride through the night

GSX Bandit Short Review: Great Riding Quality

Leave a comment

Holafolks

Review ini nggak baru-baru amat untuk membahas motor gado-gado ini. Mengapa gado-gado? Ya cukup bayangkan dan lihat saja bentuk motor ini. Nampaknya cukup menjelaskan argumentasi saya.

Suzuki-Bandit-Titanium.jpg

Nyomot dari web suzuki, ga sempat foto2 saya.

Singkat kata, lagi-lagi, syukurlah masjack dikasih kesempatan icip-icip sang Bandit ini. Setengah excited, setengah tidak. Maklum, saya sudah tau bener karakter mesin turunan Satria 150 FI yang terkenal beringas itu. So, here’s the review.

Impresi Fisik
—————————————
Kayaknya tidak banyak yang bisa ditilik dari fitur fisik motor ini, terkecuali bagian belakang yang ada perubahan besar dengan ubahan sasis dan jok, lalu headlamp dan stoplamp yang satria banget (kalo gamau dibilang nyomot lho ya). Sisanya bener2 kayak GSX-S, bisa dibilang 80% mirip.
Impresi fisik ini gak impresif sih. Saya mendadak teringat tentang launching GSX Bandit di GIIAS agustus silam. Sebelum di release, rame banget tuh stand sampai2 pengunjungnya menuhin stand lain. Setengah jam setelah di release? SEPI ANJAY.

Impresi Performa
—————————————
Menurut saya, performa dari GSX Bandit ini udah gaperlu ditanya. Raungan mesin DOHC 4-valve 150cc ala Satria FI ini benar-benar ganas dan nagih. Bisa dibilang, feel mesinnya 11-12 lah sama GSX-S. Bukan style Suzuki sejak dulu buat bikin mesin yang kebanyakan gimmick. Pure power!

Raungan mesin ini sudah semacam candu buat geber, dan akhirnya bikin tidak bisa jalan pelan-pelan ketika mengaspal. Makannya menurut saya, mesin macam gini kayaknya ndak bisa dipakai touring selo-selo ala iklannya GSX Bandit sendiri. Lebih cocok buat touring high-speed dan arogan di jalan, biar ga kalah arogan sama beberapa komun matic gede. Kalau mau touring selo, bisa deh pilih Verza atau Verza yang dijadiin CB Siluman.

175133622.jpg

dari Gridoto.com

Kualitas berkendara pakai Bandit ini juga tergolong memuaskan buat masjack. Cukup nyaman dibandingkan GSX-S, namun masih nunduk. Sedikit ubahan di stang bakal membuatnya sempurna, pakai raiser misalnya. Kayaknya di sisi busa jok ada ubahan sih, walau tidak signifikan tapi meningkatkan kenyamanan juga. Terdapat juga perubahan di ban standarnya dibandingkan GSX-S, yakni Bandit disematkan ban Dunlop, yang membuat motor ini lebih stabil di kecepatan rendah. Ya at least ini lebih mumpuni lah dibanding IRC Exato nya GSX-S yang suka nyosor-nyosor kalau belok tajam….

Di sisi lain, vibrasi engine nya bener-bener minim, dan perpaduan shock depan-belakang bermain manis dalam menunjang kenyamanan. Dengan kata lain, kalau dari kenyamanan, memang mantap.

Kekurangan mungkin ada di spion dan braking. Buat saya, spion ini gak terlalu fungsional dan braking nya kurang mantep. Buat stop braking agak kudu menekan tuas dalam-dalam. Oh well, mungkin ini akibat saya kelamaan naik motor saya sendiri kali ya, si babi India alias Apache RTR 180.

Kesimpulan
Buat saya sendiri, impresi saya campur-campur sih buat Bandit ini. Untuk nama sebesar “Bandit”, kayaknya impact nya kok ga segede ekspektasi saya ya. Anyway, ini adalah motor yang sangat oke untuk daily-use alias sehari-hari. Performanya solid, dan apabila difungsikan untuk touring, akan lebih keluar alam aslinya. Gak banyak yang bisa saya gali, karena dasarnya motor ini 80% mirip dengan GSX-S. Namun, motor ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang menginginkan GSX series dengan rasa yang berbeda.

Yeah (+)
+ Performa
+ Kenyamanan terbaik di antara 3 GSX 150 yang ada.
+ Touring-able

Nah (-)
– Tampangnya. Personal sih, tapi kok ya kebanyakan orang ga sreg sama faktor ini.

Semoga bermanfaat
Keep riderhood!

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s