jackalride

ride through the night

Test-Ride All New Supra GTR 150 feat Honda Jombor: Part 1!

Leave a comment

Supra GTR 150. Yes, katanya sih dia ini bebek bukan sembarang bebek, tapi digadang-gadang sebagai bebek adventure.
img_20160611_105743.jpg

Kali ini masjack diberi kesempatan oleh Astra Honda Jombor untuk melakukan test ride Supra GTR dengan rute Yogyakarta-Banyumas.. bareng beberapa anak KOBOYS dan juga awak media..

Siap? Oke, kita review si Supra GTR ini!

First of all, masjack akan cerita persiapannya dulu ya. Masjack, Irfan “Jombliz” Luthfie, Pak Hadiyanta, Lek Goraemon, dan tidak lupa Ardiantoyugo sang gondhes abadi, berangkat dari Honda jombor pukul 08:30.

img_20160723_083509.jpg

Kami berbekalkan Helm KYT half face dobel visor, Jaket Honda, Sarung Tangan Scoyco, dan juga Protektor lutut. Perlengkapan tersebut adalah hasil pinjeman dari honda sana… hehehe

Untuk peralatan lain yang saya bawa sendiri.. Ada kaos KARS-TV, Jeans hitam, dan sepatu kets buat menemani touring.

So, habis melakukan stretching dan pemanasan, kami pun menghampiri unit Supra yang dipinjamkan ke kami…

///Impresi Fisik///
Kesan pertama yang saya dapat dari Supra GTR adalah, ini bebek kok tinggi bener ya.. Saya dengan tinggi 167cm, rada perlu ngalah sama gengsi dan kudu sudi jinjit pas pertama kali menunggangi si GTR.. 😆

Kesan kedua, desain lancip benerrrr… 😮 Agresif dan sporty layaknya CB series ini mah, mulai dari speedo analog+digital, lampu led layaknya CB150R, buntut tajam, ban tapak lebarr… hilang sudah kesan kalem dan friendly nya supra. Pindah gaya lahh istilahnya.
Kesan ketiga, selain tinggi, bebek ini enteng juga folks. Mungkin karena udah biasa bawa CB150R ataupun Inazuma, jadinya kerasa enteng…

Gak banyak sih yang bisa saya impresikan di awal, karena kami juga mepet waktunya sama berangkat touring…

///Impresi Performance///
Bagian ini bakal cukup panjang nih 😀
First of all, rute yang akan kami tempuh adalah: berangkat dari Honda Jombor, ke arah magelang, lalu belok kiri ke arah borobudur, diteruskan menyusuri jalan sampai ke arah purworejo, kebumen, gombong, baru deh sampe banyumas.

Lanjut, riding ini durasinya 6 jam, dan dibagi jadi 2 sesi dengan istirahat 1 jam di tengahnya.. Nah, bagian riding pertama inilah yang menurut saya asyik banget.. Jadi kita bahas part 1 dulu aja ya.

Putar kunci si GTR… Langsung muncul bunyi “ngiiing” khas ecu honda. Saya pun menyalakan mesin si GTR… And you know what? Bunyinya sama ama Honda CB150R, CBR150R, dan juga Sonic 150 :v

Wajar aja, satu mesin kok masberoh :v

Nyobain jalan pelan-pelan dengan shifting ke gear 1. Tenaga pun terasa njedul-njedul banget, ini motor bebek kok tarikannya ugal-ugalan torsi gede, bawaan pengen wheelie ini (tapi ketahan bobot masjack yang 87 kilo :mrgreen: )… Okay, saya tau saya berat 😆

Riding santai dengan gear 1 kurang enak, tenaganya mak blarr, okelah mari kita shifting ke gear 2. Nah, di gear ini rasanya lebih santai, paling enggak kalo buat stop n go, bawah atas gak keteteran power.

Kalo gear 3, nah ini dia yang paling balance diantara semua gear… Power dan torsi imbang.. Saya biasanya sih panjer di gear 3 karena rombongan touring ini sendiri gak semuanya adalah  blogger KOBOYS yang udah biasa gape jumpalitan mereng2 miring2 dan kebut2an, ada juga orang-orang pers yang malah keteteran pas pake bebek adventure ini, hehe.

Speedometer cukup besar dan mudah dipantau, relatif memuaskan lah, apalagi ada indikator gearnya itu yang bikin masjack suka banget. Cuman sayangnya di beberapa daerah yang teraaaang banget gtu speedonya malah kagak keliatan 😐

Di riding awal jalan magelang, saya mencoba sedikit menggali karakter Supra GTR tadi. Selain 3 gear yang sudah saya sebutkan tadi, saya pun menggali gear 4-5-6. Dengan lintasan yang lurus dan gak terlalu rame di pagi hari, gak perlu usaha keras untuk menggali karakter gear atasnya.

Gear 4-5-6 perlahan membawa si GTR melaju dengan kecepatan tinggi, karena disinilah power yang dimiliki GTR beraksi untuk mereka yang ingin menjajal top speed. Karakternya beda sih ama gear 1-2-3, singkat kata kalo gear 1-2-3 nya buat keperluan adventure, naaah gear 456 itu buat menggali speed dan karakternya mirip banget sama All New CB150R Streetfire, hanya saja dengan weight-ratio yang lebih ringan.

GTR150 #8

Masuk ke borobudur pass, jalan disini sempit-sempit asik, dan ridingnya pun masih tergolong santai. Gak banyak berubah lah dari sebelumnya.

Begitu masuk ke jalan berliku-liku naik-turun gunung ke arah purworejo, disinilah saya mulai bisa mengeksplorasi tiga karakter lain dari GTR, yakni dari suspensi, braking, dan handling… karena disinilah habitat asli dari Supra GTR. Makannya tadi saya bilang asyik.

Dengan jalan naik-turun gunung yang super sempit, beberapa masih tanah dan jalan rusak, gear 1-2-3 bisa melibas medan dengan sangat baik. Braking rem-depan belakang saya bilang cukup mumpuni untuk keperluan standar, namun untuk panic braking saya tetep mengandalkan engine brake dari mesin DNA CBR yang terkenal engine-brake nya menggila 😆

Beralih ke suspensi. Karakter suspensi si GTR ini adalah depannya cenderung soft tapi belakangnya keras banget lahh asli! Saking kerasnya, body plastik si GTR ini pernah beberapa kali bunyi kebanting keras gtu, akibat ketemu lobang yang dalam di jalan…

Didukung dengan jok yang licin dan cenderung datar, saya berkali-kali pindah posisi duduk ketika naik si GTR. Tapi ada benernya juga sih karakter beginian ketika melibas daerah pegunungan, karena butuh rebound yang keras guna mendapatkan traksi di jalan kurang rata beginian.

img_20160723_123049.jpg

Iyaaa saya pendeeekkkkk….

Lalu untuk handling, karena motor ini cukup enteng namun rigid, handlingnya masih tetep mantap sebagaimana semestinya motor yang pakai embel-embel nama “SUPRA”. Naik turun bukit? Gak masyalah! Miring-miringpun gak masalah dan di medan manapun, torsi tersampaikan secara gagah. Mungkin karena efek tapak lebar kali ya?

Anyway, handling masih tetep santai. Antep lah, aplagi didukung powernya GTR. Sampai-sampai lek Irfan Jombles mengatakan begini ke saya:

“Wah, lek jackalride iki riding-e ugal-ugalan!”
Maklum, enak juga ini motor, hehehe.
Ketika memasuki kota wonosobo, ada kejadian lucu. Ada Honda Sonic yang tiba-tiba ikut ke dalam rombongan kami, dan saya sulit membedakan keduanya kalo gak dari jaket honda yang dibagikan ke kami, lho..

Tak lama setelah keluar dari purworejo pass, kami beristirahat di AHASS Wonosobo sambil menikmati mie ongklok yang khas daerah sana, dan cocok buat daerah pegunungan.

img_20160723_111124.jpg

Berisikan Mie kuning yang diberi kuah agak asam, manis dan kental serta ditemani 4 tusuk sate, cocok banget tuh buat suasana begituan!
Setelah istirahat Sholat dan ke WC, kami melanjutkan perjalanan.. menuju ke part 2!

Keep riderhood!
Nantikan review Honda Supra GTR part 2!

 

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s