jackalride

ride through the night

LED Putih, standar pabrikan sih, tapi tetep aja membahayakan karena silau.

Leave a comment

Hola folks. LED Putih nampaknya udah jadi pakem standar pabrikan bersayap dan garpu tala. LED tersebut menggantikan fungsi bohlam sebagai sarana penerangan lampu depan pada motor.
Memang selalu ada pro dan kontra akan setiap hal, tapi jujur aja nih, secara opini pribadi nih, masjack kurang begitu sreg sama lampu LED sebagai lampu standar motor masa kini. Kenapa?

scoopyfi3

Menilik dari beberapa motor dengan “lampu standaran” yang sudah saya icip-icip ataupun ketemu di jalan (merk Y dan H), yah bisa masjack simpulkan bahwa inilah hal-hal yang nggak masjack suka dari lampu LED putih standaran pabrik.

1. Silau! Membahayakan pengemudi lain sob!

from aripitstop.com

Salah satu alasan yang jelasnya, adalah karena silau dan super duper menyilaukan. Silaunya lampu LED putih tersebut bikin bahaya pengemudi lain juga di jalan! Tersangka yang selama ini saya temui: Scoopy FI (lampunya terang tapi mencar, busyaatt!), Vario 110, dan juga CB150R baru. Lampunya dalam kondisi normal dan bukan high beam padahal.

2. Gak terang

Di sisi lain, walau intensitas cahaya LED tersebut tinggi ya, tetep aja kurang mumpuni pada prakteknya untuk menerangi jalan. Saya secara pribadi lebih pede menerabas jalan gelap di waktu malam dengan motor yang lampunya berbohlam kuning, dibandingkan dengan motor ber-LED putih.

Konsekuensi atas lampunya yang “tidak terlalu menerangi jalan”, kebanyakan pengguna motor ber-LED putih cenderung menyalakan High-Beam terus menerus untuk mencari penerangan jalan.. akibatnya malah motor dari arah berlawanan yang jadi korban.

3. Di Indonesia belum ada standarnya, alias peraturan mengenai standar LED putih sendiri masih abu-abu

Jika sebuah hal memiliki dasar hukum yang abu-abu di Indonesia ini, wah siap-siap aja deh. Standar mengenai intensitas terangnya lampu pun berbeda antara satu pabrikan dengan yang lain, bahkan antara produk dengan produk lainnya. Penegak hukum yang nakal pun bisa dengan mudah main koboi dengan yang menggunakan motor ber-LED putih dengan dalih “menyilaukan dan membahayakan”, padahal itu standaran pabrik!

4. Cost alias harga

Pergantian dari sistem bohlam ke LED juga memberatkan dari sisi price, karena bukan rahasia lagi bahwa pabrikan memberi sparepart resmi LED bagi produk motornya dengan harga yang lebih tinggi ketimbang yang masih pakai bohlam. Selain itu, sepengetahuan masjack, yang namanya lampu LED itu sekali rusak harus ganti seperangkatnya sekaligus, beda dengan sistem bohlam yang masih bisa diganti terpisah…

So, kalo dari masjack sekian sih. Mungkin uneg-uneg pribadi saja, tapi siapa tahu rekan jackalride ada yang mau menambahkan… Silahkan!
Keep riderhood!

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s