jackalride

ride through the night

Review Testride Honda PCX 150, motornya “Kaum Priyayi”!

Leave a comment

Hola folks

Salah satu motor ternyaman yang pernah masjack jajal

Salah satu motor ternyaman yang pernah masjack jajal

Beberapa waktu silam jackalride sempat dipinjami satu unit Honda PCX150, untuk keperluan syuting KARS-TV (wah bocoran nih), sekalian masjack gunakan untuk wira-wiri dan icip-icip. Syukurnya, waktu yang saya habiskan ini cukup lah untuk memberi impresi total (fisik dan performa) dari motor berstatus CBU milik Honda ini.

Yuk, check this out!


=====================================================

PART 1: Impresi Fisik

Secara desain relatif ya.. Secara kenyamanan? Absolut!

Secara desain relatif ya.. Secara kenyamanan? Absolut!

Honda PCX150 ini dibekali body yang menurut saya besar banget, istilah bahasa jawanya “gede lan ombo” (besar dan lebar) lah ya. Style yang berbadan besar namun elegan terlihat disini, apalagi keliatan banget bahwa PCX ini berpotensi tambah ganteng ketika dipasangi perlengkapan tambahan macam sidebox yang memudahkan perjalanan jauh. Bagian yang kurang sreg ya, hanya di bagian kemudi saja… Dimana stang kemudi keliatan tidak “klop” menyatu sama keseluruhan badan si PCX ini..

Tapi itu personal saya lho ya :mrgreen:, gak tau kalo pemirsa juga demikian

Next, kita beralih ke bagian speedo. Bagian speedo memang keliatan sangat futuristik tanpa harus mengesampingkan kenyamanan… Cukup besar dan baik untuk dipantau pada posisi malam, walaupun dalam keadaan mengemudi di kecepatan yang cukup tinggi (diatas 85 kpj). Informasi yang disajikan di speedo pun tak kalah lengkapnya, bahkan disediakan informasi mengenai konsumsi BBM yang ada menurut gaya riding yang anda lakukan…

Holder kanan kiri saya rasa cukup standar yah untuk ukuran matic honda.. Mungkin buildnya saja yang kualitas premium. Sekali lagi, sayangnya saya belum menemukan saklar favorit saya yang bernama pass beam di matic ini… Mungkin kalau ada bisa lebih mempercantik si PCX ini.

Keberadaan tangki bensin di bagian depan (pas diantara dua dek footstep depan), ini juga sangat membantu agar kita gak perlu susah susah turun ketika mau sekedar isi bensin di pom. Dua tempat penyimpanan depan yang dibuka dengan kunci juga menambah keleluasaan untuk bawa-bawa barang macam sarung tangan atau lainnya di perjalanan (kalo empunya motor ini pak hadiyanta sih dipake buat naruh peci untuk jumatan).

Jok PCX ini sangat sangat nyaman untuk diduduki orang dengan postur tubuh seperti apapun. Ini dikarenakan jok yang ada di PCX ini sangat empuk dan tebal dan juga bagian bawah jok memiliki support yang berfungsi agar lekukan jok membentuk lekukan ala kursi sofa ketika diduduki. Asli nyaman banget gaes. Oiya, jok ini juga dibuka melalui stop kontak depan, sama dengan adiknya yakni Vario 150 dan 125.

Bagian kursi boncengers pun gak kalah nyamannya. Saya mencoba menjadi boncengers dalam suatu kesempatan, dan memang tak kalah nyaman dengan yang depannya. Footstep belakang yang bermodel swivel memberikan benefit berupa tampang yang gak nanggung ketika dilipat, dan bisa memuat footstep yang lebih “gede” dibanding matic-matic honda lainnya.

Rekan jackalride bisa bandingkan sendiri…

Soal knalpot, kaki-kaki, ban, dll, saya mungkin gak banyak komentar soal itu yah.. Knalpot sih fine2 saja, spatbor dll juga. Ukuran ban yang besar nyaman kayaknya bakal nyaman nih dipakai jalan, velgnya pun racy elegan. Yang menarik perhatian saya adalah matic ini menggunakan sistem suspensi ganda di bagian belakang. Soalnya buat saya yang berbadan beruang ini, menaiki matic dengan shock belakang tunggal biasa berakhir dengan maticnya geal-geol gak karuan, so i like this feature very much (y)

Okelah, saya rasa cukup kalo dari fisik.. Coba kita bawa jalan ya..

=======================================

PART 2: Impresi Performa

Afternoon ride with sexy baby

Afternoon ride with sexy baby

Ketika duduk dan menyalakan si PCX ini, terdengar suara starter yang beneran sangat-sangat-sangat alusss..! wow.
Suara starter dan idle mesin ini sangat halus layaknya Vario 150 dan anak-anaknya (atau malah kebalik? :lol:). Suara knalpot pun tidak menderu dan cenderung silent.

Jackalride pun membawa si PCX150 ini dari sekitaran UGM ke arah wonosari. Yak, si elegan ala eropa ini saya bawa ke arah pegunungan untuk test ride. Pokoknya lengkap lah medannya, dari macet, jalan perkotaan, jalan gronjalan, jalan naik turun, ada semua.

Performa engine 150cc SOHC 2-klep ini bukanlah sesuatu yang bisa dinilai dari kuantitas di atas kertas. Asli, ini motor tenaganya beneran smooth. Bukan smooth lelet letoy yang sekedar jadi bahasa kiasan beberapa reviewer, tapi ini adalah salah satu mesin yang pernah saya coba, yang performanya halus TAPI bertenaga. Akselerasi 0-40 kpj bukanlah akselerasi kosong, namun bertenaga dan enak dipakai untuk stop n go ditengah kemacetan. Bahkan dipakai boncegan di medan pegunungan pun performanya tidak turun. Great job, Honda!

Sistem braking alias rem juga mantap dalam menyetop laju si bohai seksi ini.. Karakternya memang bukan yang pakem sekali, jadi jangan terlalu mengandalkan panic braking ya…

Sistem suspensi stereo pada ban belakang pun sangat membantu dalam kenyamanan berkendara. Bantingan empuk yang superb serasa mengayun lembut (halah) saat menyetir si gambot ini… Selain juga untuk mengakomodir boncengan antara dua beruang (saya dan yudakusuma/lilipud) yang bobotnya dah kayak karung goni.

Profil ban depan yang cukup gambot serta ketersediaan storage besar di bawah jok, dan juga tangki diantara footstep juga sangat membantu, untuk memfokuskan distribusi berat motor ini ke bagian center alias bener-bener di tengah motor. Walhasil, motor “gede” ini sangat nurut dibawa cornering tajam sekalipun; suatu hal yang saya gak akan lakukan di sembarang motor matic.

Speedo yang besar pun mudah dipantau di jalanan gelap sekalipun. Lampu LED depan sih keliatannya terang ya, tapi karena saya gak terlalu memperhatikan performa lampunya, jadi gak banyak saya komentari 😀

Dari tadi bagus-bagusin mulu ah, sekarang jeleknya nih ya

Si PCX ini sayangnya mulai kewalahan ketika masuk jalan yang menurut bahasa kita relatif “ndeso”.  Profil suspensi empuk dan friendly ini malah cenderung “glodakan” atau berguncang ketika melibas jalan ancur ala pedesaan, yang jelas banyak mengurangi kenyamanan berkendara.

Musuh utama si PCX ini adalah waktu ketemu poldur (polisi tidur) bikinan warga yang ampun-ampunan bikinnya gak pake perasaan dan nurani, itu kenapa bikin poldur segede itu…!? Anyway, PCX ini bakal: (1) njedok keras, dan (2) kemungkinan besar nyangkut ketika ketemu poldur asal bikin tersebut).

Badan PCX yang besar juga bikin susah nyelap-nyelip walaupun performanya masih nutupin untuk stop-n-go. Tidak adanya ABS merupakan poin kekurangan yang menurut saya cukup fatal. Seandainya ABS ada, tentu menghentikan laju si PCX ini tidak akan sesulit ini. Mungkin sih jackalride rasa Honda lebih ingin menyajikan karakter braking yang halus dibanding yang menghentak… So saya kembalikan ke pembaca aja

Satu lagi, walau di rpm bawah si PCX ini jagoan, ketika menyentuh diatas 85 kpj, body si gambot ini mulai bergetar-getar dan seolah dalam sekejap berubah menjadi bukan PCX lagi… Saya pun langsung menurunkan kecepatan ke arah 75 kpj dan getaran tersebut hilang seketika. Jackalride rasa 75-80 kpj adalah speed yang optimal bagi motor ini untuk dibawa santai.

So, gimana kesimpulannya?!
=========================================

PART 3: Kesimpulan

Thanks Hadiyanta.com for the satisfying ride..!

Thanks Hadiyanta.com for the satisfying ride..!

PCX ini adalah motor yang beneran superb, dalam artian luar biasa. Kalau para pecinta Honda mencari produk yang bisa diunggulkan, PCX ini adalah salah satunya. Performa luar biasa, body yang elegan, dan kenyamanan nomor satu, serta berbagai fitur teknologi Honda ada disini.

Tapi itu kembali lagi kepada konsumen.. mengapa?

PCX 150 ini dihargai 40-an juta untuk OTR jogja, harga yang hampir 2 kalinya daripada NMAX. Bahkan motor ini secara performa ataupun fitur masih memiliki kekurangan daripada PCX (absennya fitur VVA, dan juga ABS, ini yang paling fatal)… yang menurut jackalride, menjadikan motor ini lebih diperuntukkan untuk segmen khusus, yang saya bilang motor ini sangat cocok untuk kaum priyayi alias ala-ala ningrat, yang beneran mencari motor nyaman, elegan, dan halus bertenaga.

Tidak semua orang ingin membeli motor ini dikarenakan price/performance alias value nya yang masih kalah dengan NMAX ataupun Vario 150 sekalipun. Tapi sekali naik PCX ini, rekan jackalride saya jamin akan MIKIR untuk beli motor ini :mrgreen:

Gak percaya? Buktikan aja. Memangnya awalnya saya suka PCX? Gak lagi 😆

The Plus
(+) Performa engine yang sangat-sangat jempolan.
(+) Kenyamanan kelas premium yang gak ada di motor-motor matic 150cc lainnya, bahkan Vario 150 atau NMAX
(+) Kaya akan fitur semacam alarm, bagasi besar, seat opener, ISS, dll.
(+) Desain body yang elegan ala eropa. Juga merupakan motor yang cocok untuk distiker karena permukaannya yang besar (cocok untuk Itasha).

The Minus
(-) Kurang cocok untuk mereka yang murni mencari performa mesin
(-) Value yang masih kalah dengan NMAX ataupun Vario 150 sekalipun
(-) non-ABS
(-) Alergi jalan jelek

Semoga bermanfaat, keep riderhood!

Terima kasih banyak untuk Tangga Studio untuk hasil fotografinya.

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s