jackalride

ride through the night

Review Test-Ride Honda Sonic 150R: Motor gendheng!

8 Comments

Hola folks

Motor yang menarik...!

Motor yang menarik…!

Judul saya terkesan berlebihan! Mungkin ada beberapa orang yang mulai tidak percaya dengan hasil test-ride saya, tapi memang begitulah adanya. Motor ini pantas saya nobatkan sebagai motor yang sangat pethakilan-able alias gampang diajak beratraksi liar di jalan raya. Seriusan?

Sonic 150R ini sebetulnya bukan sesuatu produk yang bikin kita kaget sampe banget-banget. Pasalnya, rumor Honda Sonic 150R ini sendiri sudah muncul sejak lama, dan baru keluar sekarang ini. Banyak yang ngidam, dan banyak yang seneng apalagi menunggu peluncurannya. Nah, kira-kira worthed gak ya? Akan saya bahas dalam dua bagian berikut ini.

PART 1: IMPRESI FISIK

Ini nih bagian yang bikin ga sreg

Ini nih bagian yang bikin ga sreg

Oke, jadi Sonic 150R ini… sangat mirip rumus fisiknya dengan si Satria FU 150R ataupun Honda Nova Sonic lawas.. Headlampnya menggunakan lini desain CB series, dengan dual reflector. Body tengah mengadopsi semacam half fairing (kayak CS-1 sih sebenernya).. dan Body belakang yaa khas bebek dan ayago. Yaa namanya juga ayago bro, gitu-gitu aja bentuknya.

Perbedaan yang ditawarkan oleh produk ini dibanding Satria apaan dong terus? Well, si Sonic ini mengadopsi garis desain yang agresif, tegas, dan tajam.. sedangkan Satria kita tahu sendiri, garis desainnya walau tajam tapi cenderung banyak melengkung2nya.

Stoplamp yang ada di sonice ini pun mengadopsi ala honda Revo ya gaes, sebuah bentuk yang kita udah familiar banget, bedanya hanya stoplamp sonice ini memanjang ke atas.. Desain stoplamp ini subjektif sih, ada yang suka dan ada yang nggak, tapi saya termasuk yang nggak :mrgreen:

Dilihat dari depan sih syangar ini motor 😀 , dari belakang kurang syangar sih, dan kalau dari samping, wah keliatan keren itu velgnya.. (dan keliatan juga itu knalpotnya hasil common part sama CBR :mrgreen:  atau minimal mirip lah yaa). Cakram besar pun mempermanis tampilan Sonic sehingga terlihat gahar, kalau soal ban sih saya rasa cukup standar ya, gak terlalu mencolok.

Dari build quality nya gimana dong?

Kalo build quality, saya rasa udah cukup sih menurut saya walaupun masih kerasa agak kurang buat selera saya (masih bagusan kompetitor di beberapa part). Ada beberapa part plastik yang saya lihat cukup ringkih juga… Untuk laburan catnya, saya apresiasi karena honda lebih bisa memilihkan warna yang bagus dan cocok untuk sebuah produk yang menarget pangsa pasar ABG 17-25 tahun.

Oke, kita lanjut test ride!

PART 2: IMPRESI PERFORMA

Posisi ridingnya rada "nanggung", tapi mesinnya mantap.

Posisi ridingnya rada “nanggung”, tapi mesinnya mantap.

Yuk, kita nyalakan mesinnya.. Kunci saya putar, dan bunyi “ngiiing” khas motor sport injeksi Honda pun muncul (agak kenceng tapi kalo Sonic ini, kenapa yaaa?)

Speedo pun mengecek semua meterannya, dan setelah itu speedo dengan backlight warna orange (ala CS-1!) pun siap memandu kita di jalan… Emm, walau cukup kecil, tapi informatif lho gaes, ada gear indikatornya lagi, dan lumayan mudah dipantau (walau minus jam dan sapaan semacam “Hi Bro”).

Eeehhh ternyata ketemu lagi sama saklar ini, saklar punyanya CB150R dan CBR150R :v Common part toh sama si Sonic ini? Hahaha. Suara mesin Sonic terdengar cukup “silent but deadly” walau bunyi knalpotnya sih kayak bebek. Senyap khas honda lah. Tapi di setiap betotan, kerasa gahar ini bunyi mesin..!

Lucunya nih, si Sonic ini hanya dibekali indikator takometer hingga 11.000 rpm, padahal ketika dibetot sesaat motor ini langsung mencapai 11.000 rpm dengan mudahnya, bahkan keliatan banget kalo takometernya kurang panjang! Wew, ngeri!

Yasudah kita coba bawa jalan saja. Kebetulan saya dapat jatah 3 lap nih.

Ketika memacu si Sonic ini, yang saya rasakan adalah ini motor cepet banget naik rpmnya! Dari 1500 hingga 8000 rpm beneran ngisi tenaganya, dan menyentuh 11.000 rpm bukanlah hal yang aneh untuk si Sonic ini! Dalam sekejap, trek pendek pun membuat saya mengganti gigi 4.. asyik juga nih motor! Saking padatnya tenaga si sonic ini, wheelie pun tak jadi hal yang sulit dilakukan. 😀

Rancang teknis dari Sonic ini juga membuat motor ini mudah ditekuk-tekuk dan tidak terasa “terbang” ketika berbelok tajam atau cornering. Lebih asyiknya lagi, remnya super pakem! Pantas saja para freestyler yang mencoba sonice bisa melakukan atraksi ekstrim dengan mudahnya di tengah panasnya siang hari itu..

Joknya juga lumayan nyaman nih.. Hmm hmm

Sayangnya, bagi para blogger yang test ride hari itu, kami semua setuju bahwa Honda Sonic 150R ini power aslinya beneran dikebiri alias disunat! Terbukti, setelah lewat 8000 rpm, si sonic mendadak jadi lemah syahwat ehhh maksudnya grafik powernya mendadak stagnan.. Masjack percaya sih kalau Sonic ini masih menyimpan potensi yang sedemikian besar untuk dikorek demi mengejar top speed.. Kita tunggu aja kit boreupnya dan ECU aftermarketnya :mrgreen:

Lalu soal kenyamanan, Sonic ini tentunya “nyaman ala ayago” kalau dipakai jalan. Posisi duduk yaa relatif lebih nyaman dibanding Satria FU ataupun Kawasaki Athlete, tapi belum bisa mengejar nyamannya bebek ataupun motor touring macam Verza ataupun NMP (ini mah jelas banget).

Catatan khusus : stang jepit bawaan sonic ini ada semacam raisernya, jadi kalo dipasangin stang jepit aftermarket bakalan lebih nunduk, dan lebih pas untuk yang kepengen racy sih.

Overall, kalo soal performa, saya puas sih sama Sonic 150R ini.

PART 3: KESIMPULAN

bareng semacam blogger fenomenal

bareng semacam blogger fenomenal

Kesimpulan? Kalau saya sih bilangnya puas sama Sonic 150R ini, jika saya boleh mengesampingkan masalah harga. Yap, walaupun performa worth it banget, sayangnya harganya bicara lain. Harga 20 jutaan untuk ayago ini memang cukup bikin mikir, karena price point ini beneran mepet dengan NMP FI si motor touring, yang apabila performa Sonic standar (yang powernya disunat) vs NMP standar, performanya gak akan jauh beda. Mau dikasih harga 19 juta pun juga susah, karena harga Verza kan perlahan naik dari price point 18 juta… Mumet lah ndase!

Ada beberapa orang yang gak sreg juga dengan Sonic 150R ini akibat karakter mesinnya yang bukan overbore, alias bisa teriak di rpm tinggi, dan jadi gak suka sama Sonic, tapi yaa itu kembali ke pilihan masing-masing kok

Walhasil, Sonic ini adalah motor gendheng! Cocok banget buat dikendarai secara ekstrim namun aman, tentunya dengan performa yang bagus dan handling yang mumpuni. Saya suka banget sama performanya, tapi enggak harganya, haha.
The Fun (+)
– Performa mesin yang ganas dan gendheng
– Sangat-sangat asyik diajak seruntulan (jangan ditiru ya gaes)
– Karakter mesin yang sangat padat; dibetot langsung ngisi
– Pilihan warna yang menurut saya lebih menarik dibandingkan punya Suzuki (merahnya ngegemesin kakaak)
– Headlampnya bikin naksir

The Nuf (-)
– Harga!
– Common part di bagian mesin dengan All NEW CB150R Streetfire (silahkan bayangkan harga sparepartnya nanti seberapa mahal :D), dan di bagian lain dengan CBR150R K45.
– Build quality, as usual banget ala AHM
– Desain yang menurut saya rada maksa
– Performanya dikebiri dari potensi aslinya; siap-siap aja nyiapin duit untuk ngorek!

So, rekan jackalride, adakah yang tertarik dengan si Sonic ini? Monggo sambangi dealer terdekat :mrgreen:

Keep riderhood!

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

8 thoughts on “Review Test-Ride Honda Sonic 150R: Motor gendheng!

  1. kira kira bisa 15 Rb Rpm kayak OLD CBR ga ya …..

  2. woh foto ro irpanomenal 😮
    lek iki artikel sonic kok nggo foto cb.. tangi lek 😆
    btw sempet gear 4? aku mentok gear 2 ik..

  3. saya gk penasaran lagi.
    soalnya udah punya..
    alhamdulillah

  4. Model pedal pedal presneleng nya gimana bro? aku blum prenah lihat.
    kayak cb150r model cungkil
    apa kayak vixion model cungkil + injek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s