jackalride

ride through the night

Gonta ganti oli, bahaya nggak sih?

2 Comments

Hola folksies

IMG-20150709-WA0018
Yup, akhirnya terpikir oleh saya satu pertanyaan ini. Awalnya memang si cibi masih pakai oli bawaan yang entah merek apa pada 500km pertama (kata orang sih SPX, tapi gak tahu juga). Lalu berangsur berganti ke MPX (oli paling gak enak), SPX lagi, Castrol PW1, Shell AX7, dan akhirnya gak pernah lagi ganti dari AX7. So, sob… Dari kebiasaan ganti2 oli mesin itu.. sebenernya bahaya gak sih?

Menurut salah satu sumber otomotif, komentarnya sih begini (ini intinya doang lho ya).

“Mengganti oli dari satu produk ke produk lain yang berbeda, berbahaya karena kandungannya berbeda. Bisa jadi, antara sisa2 oli lama bercampur dengan oli baru dan menciptakan endapan, yang akan membuat performa mesin menurun.”

Kalau beneran kepaksa ganti oli baru yang beda produk, media ini sih menyarankan untuk melakukan flushing, yakni dengan mengganti oli baru yang beda produk tersebut lebih awal, misalkan 100km udah ganti baru, untuk meminimalisir dampak.

Kalo saya sih, jujur sayang banget itu oli. 50 ribu udah bisa buat makan saya dua hari. :p

Soo, gimana amannya? Sebagai seorang pemilik yang sering ganti-ganti oli, saya sih merasa aman-aman saja dengan ganti oli lain. Hanya saja, memang ada trik yang biasa dilakukan tempat saya mengganti oli.

Normalnya, oli akan mengalir selama 10-15 menit sebelum benar-benar kosong, jadi yaaa sabar aja masbro mbaksis.. Kalau dah sangu hape kan waktu segitu gak lama, bisa ditinggal main clash of clans atau semacamnya.. Kalau perlu, ajak ngobrol aja mas montirnya, itung2 nambah ilmu (kecuali montirnya maho).

Cara lain, yang saya baca di blog MPM, adalah dengan menyelah kick starter motor (dalam keadaan kontak mati) sebanyak 2 kali, yakni 1 kali di awal, dan 2-3 kali setelah 10-15 menit berlalu. Ada yang pernah mempraktekkan?

UPDATE: Oli motor jangan disemprot kompresor! Bahaya karena akan mendorong serpihan logam dari sparepart mesin untuk menggores bagian2 lain mesin motor. Sorry ya rekan jackalride!

Selain itu, kalau mengganti oli, umumnya setelah 2x ganti baru keliatan karakter olinya, karena mesin pun butuh penyesuaian kan. So, gonta-ganti gak masalah sih menurut saya, hanya saja, kalau sering gonta-ganti, usahakan setelah 2x ganti oli yang sama, baru diganti dengan produk yang lain.

Ada benarnya juga kata-katanya media otomotif tadi sih. Kalau setiap ganti oli kita pakai produk yang berbeda, bisa menurun performa itu mesin. Makannya, kita gantinya juga harus pengertian sama mesin. Usahakan berhenti gonta-ganti kalo dah ketemu yang cocok. Masjack sih berhenti di AX7 (bukan di dirimu :mrgreen )

Ini pengalaman ane, gimana pengalaman masbro sekalian?
Keep riderhood!

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

2 thoughts on “Gonta ganti oli, bahaya nggak sih?

  1. Semprot kompresor bukannya bahaya ya om?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s