jackalride.com

ride through the night

Beberapa kesalahan pengguna APU, yang bikin performanya lelet dan gak bisa main game dengan lancar

| 11 Comments

Hola folks

maxresdefaultAMD APU kayaknya dah jadi resep andalan banyak orang yang pengen punya PC alias komputer yang bisa buat nge-game, tapi alergi sama harga mahal. Walaupun settingan medium-low, yang penting game jalan, itukan prinsip para APU-ers? APU dah jadi andalan buat mereka yang budgetnya mepet. Nah, kadang si APU ini nggak berjalan sesuai ekspektasi, dan malah lemot. Kenapa ya? Check this out!

1. RAM bukan dual-channel dan gak brefrekuensi yang seharusnya

Performa VGA onboard pada APU, tergantung pada RAM yang rekan jackalride gunakan. First of all, sudah saya sarankan berkali-kali di setiap build yang saya bikin, bahwa untuk APU, RAM mutlak harus dual channel. Perlu saya tegaskan, perbedaan performa antara single channel (1 keping) dan dual-channel (2 keping) itu GEDE alias BESAR. Para APU-ers pasti sependapat dengan saya. Lhawong saya pake APU juga.

Selain itu, semakin tinggi frekuensi dari RAM, dan semakin rendah CAS Latency (CL), maka semakin bagus performa onboard grafisnya. Performa APU dengan RAM 1333 Mhz vs 1600 Mhz, sudah pasti yang 1600 menang. Antara 1600 Mhz CL11 dengan 1600 CL9, juga sudah pasti lebih bagus yang CL9.

Lalu gimana yang ideal? Carilah RAM 4GB atau 8GB yang dual kit (isinya dua keping), lalu usahakan frekuensinya minimal 1600, dan akan lebih baik lagi kalau 1866 atau 2133. Gak paham ini angka apa? Tanya saja ke pedagang part komputernya. Kalau dia beneran ngerti barang dagangannya, dia pasti bisa jawab (kalau enggak? Mending ngacir nyari toko lain…)

2. Windows bukan 64 bit

Satu lagi: Windows bukan versi 64 bit. Kesalahan ini udah sering banget terjadi, yakni menggunakan windows versi x86 (32 bit) dan bukan x64 (64 bit). Kalau rekan jackalride gak tahu gimana ngeceknya, cukup jalankan run.exe dan ketik dxdiag, disitu akan terlihat versi windowsnya (32 atau 64).

Memang bedanya dimana? Begini, windows 32 bit tidak optimal dalam mengutilisasi RAM diatas 3 GB. Jadi kalau rekan jackalride menginstall RAM 4 GB, hanya akan terpakai sekitar 3 GB max, rugi bandar kan? Mendingan menggunakan windows 64 bit, karena utilisasi RAM nya lebih baik.

Atau mau lebih cepat lagi? Gunakan Windows 8.1 Ultimate yang versi 64 bit. Windows 8.1 ini orinya murah bangettts, jauh dibawah windows 7. Dan tentunya, di Windows 8.1 ini, performa APU ditingkatkan banget, bisa naik sekitar 5-10% dari performa di win 7. Gak percaya? Coba dehh :mrgreen:

3. Gak mengupdate driver terbaru

Kadangkala, kita nggak bisa main sebuah game walaupun speknya mumpuni, akibat drivernya somplak alias gak bener. Ibarat motogp, Honda RC213V kalo dinaikin tukang ojek gak bakal kenceng, harus dikemudikan Marquez kan? Nah, driver inilah yang menentukan seberapa besar performa sebuah hardware. Kalo hardwarenya bagus, tapi drivernya jelek, ya sama aja boong.

Update drivermu secara berkala! Jangan pelit-pelit laah sama paket internet, wong beli game aja mampu.. (wait, beli beneran gak nih? Gatau yaaa :mrgreen:)

4. Gak mengalokasikan RAM untuk iGPU pada APU lewat BIOS

Kesalahan lainnya, adalah gak mengalokasikan RAM untuk APU lewat BIOS. Ketika windows BOOT, masuklah ke BIOS, dan sampeyan pun akan menemukan setting untuk mengalokasikan RAM untuk iGPU atau integrated graphics. Biasanya, settingan tersebut terdapat pada menu awal atau pada overclocking (pada motherboard ASUS, MSI, dan ECS). Pilihan jumlah RAM yang bisa dialokasikan pun bervariasi, dan umumnya berkisar dari 128 MB hingga 2048 MB). Kalau saya sih menyarankan 2 GB, agar bisa memainkan game-game dengan lancar (terutama di resolusi 1366×768).

Apa sih gunanya mengalokasikan RAM? Jadi, jika rekan biarkan alokasi RAM berjalan pada mode AUTO, maka jatah RAM yang dialokasikan ke integrated gpu APU hanya seadanya saja, alias berubah-rubah dan bisa diganggu gugat oleh aplikasi lain. Lain halnya jika integrated gpu diberikan RAM yang alokasinya khusus alias tidak berubah-rubah, maka performanya akan konstan dan stabil.

5. Terlalu banyak software sampah yang berjalan di background

Banyaknya software sampah bakal mengganggu performa RAM mu, dan apapun yang mengganggu RAM mu, maka mutlak akan menghancurkan performa APU-mu. Sebetulnya tips ini berlaku untuk semua komputer, tapi yang kena paling parah adalah APU.

Segera deh bersihkan aplikasi-aplikasi yang ngeberatin dan sifatnya sampah, misalnya adware macam baidu dan semacemnya. Uninstall juga antivirus gratisan bawaan dari windows, ganti yang lebih enteng kan banyak.

6. Mainkan overclocknya nak!

AMD-2013-1Masih kurang kencang juga? Wah, kudu digenjot nih performanya lewat overclocking!

Dihh di Overclock? Aman gak tuh? Lha, semua itu ada resikonya. Nyebrang jalan aja kalo gak ati-ati bisa ketabrak angkot. Tapi kalo caranya bener, pasti berhasil. Tenang, garansi APU itu gak akan hangus walau di overcloking SELAMA APUNYA SENDIRI GAK HANGUS BENERAN. Ngerti kan maksudnya? Ok, next.

Overcloking sendiri saya amat sarankan buat A8 dan A10 series (yang notabene berbasis 750K/760K/860K), dengan grafis setara R5 230, R7 240, atau R7 250. Tau kan, sebagian besar seri APU punya huruf K dibelakangnya? Itu artinya bisa di overclock alias bisa digenjot lebih kencang!

Tutorial overclock sudah dimana-mana, tinggal eksperimen dan kesabaran aja. Semoga sukses!

Gimana? Masih masalah gak APU-nya? Saya harap sih enggak. Mudah-mudahan bermanfaat ya.
Keep technohood!

11 Comments

Leave a Reply

Required fields are marked *.