jackalride

ride through the night

Motor-motor yang recommended dan pas untuk touring

25 Comments

Hola folks

Touring-MotorMelihat tags yang dicari oleh reader Jackalride.. Ternyata ada pembaca yang bertanya: Motor apakah yang cocok untuk touring? Well.. Kali ini saya akan mencoba memberikan beberapa rekomendasi menurut pengalaman dan beberapa test ride yang saya lakukan.

Check this out!


Rekomendasi ini saya bagi menjadi 4 aspek, yakni:
– Kenyamanan    : Yakni kenyamanan berkendara
– Performa           : Kekuatan motor yang melingkupi power dan torsi, serta karakter mesin
– Fitur                   : Yakni kelengkapan fitur yang ada pada motor
– Impresi               : Yaitu kesan fisik yang ada pada motor, dengan kata lain, faktor visual dari motor itu sendiri.

So, let’s check our recommendation!

1. Honda New Megapro FI

20140128_135157_honda-new-megapro-fi-1Tidak dipungkiri bahwa Megapro sudah berkali-kali saya rekomendasikan menjadi motor touring, bahkan sudah dikenal khalayak umum bahwa New Megapro FI alias NMP FI adalah jagoan sport touring untuk jajaran sport produksi lokal.
NMP FI memiliki karakter yang galak di putaran bawah, torsinya cukup besar (12,3 Nm (1,25 kgf.m) / 6.500 rpm)  dan tenaganya (9,8 kW (13,3 PS)/ 8.500 rpm) cepat  tercapai karena RPM nya cepet sampai limiter.

Selain itu, yang bikin NMP jawara adalah.. Riding positionnya my men! Nyaman banget! Ditambah lagi, untuk NMP FI ini joknya empuk sekali. Kenyamanan dalam menarik gas pun ditambahkan melalui pengaplikasian push-pull throttle. Untuk NMP FI, AHM telah membekalinya dengan pass beam, walau memang pass beamnya agak butuh pembiasaan.

Kekurangan NMP FI hanyalah di faktor bentuk alias Impression factor. Headlamp yang seolah tidak cocok dengan body nya, ditambah dengan kaki-kaki yang kurang kekar, apalagi dengan knalpot yang bunyinya lebih kalem dari versi karbunya… Buat orang yang nggak pernah naik NMP, biasanya bakal alergi hanya karena impresi fisiknya NMP FI.

Kenyamanan    : 8.5/10
Performa    : 8/10
Fitur        : 7/10
Impression    : 6.5/10

2. Honda Verza

074232_verzain6Bisa saya katakan bahwa Verza disini adalah versi alternatif dari New Megapro FI sebagai motor touring, terutama dalam kondisi khusus apabila menu touring anda membutuhkan kemampuan “menanjak ekstra” atau “mengangkat beban tambahan” dikarenakan anda touring bersama teman alias boncengan. Dengan power 9,72 kW (13,2 PS)/ 8.500 rpm, dan torsi 12,7 Nm (1,29 kgf.m)/ 6.000 rpm, serta berat 129 kg, Verza menjadi pilihan cocok untuk touring.

Segitiga riding Verza sedikit berbeda dengan NMP FI karena lebih menunjang kenyamanan, namun akan terasa sedikit “kurang pas” ketika Verza harus dipaksa speed touring alias melibas kecepatan tinggi, selain karena faktor performa mesin dan settingnya yang membuat Verza menjadi motor yang “Galak bawah plus torsinya nonjok, tapi top speed lembek.”

Verza ini cocok sekali untuk touring santai (dibawah 80kpj) namun butuh power besar (nanjak gunung, boncengan, bawaan banyak, dll). Kekurangan verza adalah di topspeednya yang pelan, build quality yang kadang membawa getar ke tubuh pengendara, dan minus takometer. Sisanya fine untuk harga 18 jutaan.

Kenyamanan    : 8/10
Performa    : 7/10
Fitur        : 6/10
Impression    : 7/10

3. Yamaha Byson
Yap, berikutnya adalah Yamaha Byson.

yamaha-byson-2014Dari motor sport lokal yang ada disini, Byson adalah yang tampangnya paling kekar, terutama karena mengaplikasikan tapak lebar dan juga shock yang juga berotot. Konfigurasi mesin 150cc 2 klep yang serupa NMP dalam spesifikasi tertulis, ternyata berbeda banyak di lapangan. Seolah-olah menjadi antiklimaks dari NMP yang mesinnya bagus namun tampangnya kurang, Byson ini tampangnya bagus tapi mesinnya kurang.

Byson memiliki power 10,1 kW / 7500 rpm, dan torsi sebesar 13,6 Nm / 6000 rpm, serta bobot seberat 137 kg.

Karakter Byson ini sebetulnya lebih ke all-rounder atau newbie rider, alias karakternya jinak. Poin plus Byson adalah ketika anda harus melibas jalan raya yang jelek (sebab Byson cukup stabil di jalan karena pengaplikasian Front fork yang besar dan ban gambot), namun bukan jalur yang membutuhkan banyak power.

Kenyamanan    : 7.5/10
Performa    : 6.5/10
Fitur        : 7/10
Impression    : 7/10

4. Honda SupraX FI & Supra X karbu

Wait what?! SupraX? Dude, i’m not joking!

309b9e60541957fe4f750a7332b2a30d_f1638Walau bebek, saya gak memungkiri bahwa SupraX ini performanya gahar ketika dituntut untuk touring jarak jauh atau melakukan kegiatan yang begitu membebani. SupraX memiliki power 7.40 kW (10.1 PS) / 8.000 rpm dan torsi sebesar 9.30 Nm (0.95 kgf.m) / 4.000 rpm. Bobotnya cukup ringan, yakni 106 kg saja, setara bobot kosong Vario 150.

SupraX lelet? Belum tau dia.

SupraX akan lelet di tangan orang-orang yang terbiasa menaiki motor yang karakternya agresif dan spontan. SupraX ini beda, karena karakternya adalah kalem tapi powerful. Perlu kesabaran dan skill untuk menaikkan gasnya perlahan menuju top speednya. Supra X juga dikenal sangat hemat, dan memang pada kenyataannya sangat hemat. Urusan membawa bobot? SupraX juga cukup kuat.

Kekurangan SupraX adalah, well yang pertama adalah karena dia bebek, yang kadang menyebabkan pengemudi kurang pede melibas kecepatan tinggi. Kedua, tangkinya kecil.. bila dibandingkan dengan sport tentunya.

Kenyamanan    : 7/10
Performa    : 8/10
Fitur        : 6.5/10
Impression    : 7.5/10

5. Honda CBR150R

CBR150R ini cocok buat anda yang memerlukan speed touring dengan motor sport bertipe racing.

honda-cbr150r-2015 (4)CBR150R memiliki power 13,1 kw pada 10.500 rpm dan torsi sebesar 12,66 Nm pada 8.500 rpm, dengan berat kosong 138 kg.

Kelebihan CBR150R ini adalah pada kalkulasi segitiga mengemudinya dan arsitektur rancang bangun motornya.. Mantep banget buat saya..! Motor ini adalah motor sport racing, terlebih dengan konfigurasi segitiga mengemudi yang juga racy, tapi saya yakin anda akan merasakan kenyamanan lebih dibanding segitiga mengemudi nya sport racing lain.

Kekurangannya? Hmmm ya walaupun ini termasuk sport racing yang nyaman duduknya, tentu saja tidak bisa mengalahkan sport touring yang memang menunjang kenyamanan. Selain itu, motor ini konyolnya tidak menyertakan pass beam dan engine kill switch. Tentu saja menyebabkan penilaian fitur menjadi berkurang.

Kenyamanan    : 7/10
Performa    : 8.5/10
Fitur        : 7.5/10
Impression    : 8/10

6. Honda Vario 150/ Yamaha NMax 155
Sulit menentukan antara kedua ini, walhasil keduanya saya masukkan kemari. Kenapa? Lha ya emang mirip2 kok, mau gimana? Gimana dengan PCX 150? Ah lupakan, PCX overprice.

yamaha-nmaxHonda-Vario-150-eSPHonda Vario 150 dan NMAX sebenernya mirip2 lho: (1) Sama-sama matic premium, (2) Sama-sama matic touring, (3) Sama-sama memiliki postur tubuh yang panjang, (4) Torsi besar, (5) kubikasi mirip, (6) Top speed yang tinggi.

Terus para fanboy pun serempak menyoraki saya dan melempari saya pake botol. Dibilangnya saya nyama2in Vario 150 dan NMAX 155. Sak karepmu lah ndes 😆

Bisa dibilang, Vario 150 ini versi murahnya dari NMAX, dengan downgrade lebih lanjut pada mesin (hanya 2 klep, NMAX 4 klep), rear shock yang hanya sebelah, tapak ban yang lebih kecil, dan terutama, hilangnya fitur mewah bernama VVA dan ABS. Soal top speed? Sama2 kisaran 110-120 kpj.

Soal power? Vario 150 sayangnya jauh dibawah NMAX (9,3 kW / 8500 rpm versus 11,1kw/8000rpm) sehingga tenaganya dibawah NMAX, terlebih lagi torsi Vario 150 yang juga dibawah NMAX (12,8 N.m / 5000 rpm versus 14,4Nm@6000rpm). Namun semua itu juga diimbangi dengan bobot NMAX yang berat (127 kg), diatas Vario 150 yang hanya 109 kg, apalagi jarak sumbu roda NMAX yang lebih panjang dibanding Vario 150 (1.315mm vs 1.280mm).

Vario 150
Kenyamanan    : 8/10
Performa    : 8/10
Fitur        : 7/10
Impression    : 8/10

NMAX 155
Kenyamanan    : 8.5/10
Performa    : 8.5/10
Fitur        : 7.5/10
Impression    : 7/10

7. Suzuki Inazuma
Salah satu motor 250cc import di Indonesia yang cukup pede dengan segmen nya. Disaat yang lain membekali DOHC dual silinder (kecuali satu pabrikan, tau sendiri lah siapa :|), Inazuma malah pede dengan SOHC dual silinder.

suzuki-inazuma-250But man, Inazuma ini bukan motor main2. Habitat aslinya memang di kondisi touring.

Power motor ini beneran mumpuni banget (28 KW/8.500 rpm), dan torsinya juga gedeee (22 Nm/6.500 rpm)… Pengaplikasian SOHC dual silinder juga menunjang agar motor ini tidak “ampang” putaran bawahnya. Ingin motor sport touring premium yang cocok untuk boncengan dan bisa menerjang segala medan aspal? Inazuma cocok buat sampeyan :mrgreen:

Terlebih lagi, joknya Inazuma ini mantep banget men, empuk. Walaupun dari belakang motor ini terlihat “berbokong lebar”, tapi agaknya Inazuma ini memang menomorsatukan kenyamanan diatas segalanya. Riding positionnya juga jawara. Oiya, walaupun motor ini berat, namun setelah dipakai untuk melibas jalanan, feeling bahwa motor ini berat akan hilang. Yang ada, malah motor ini sangat stabil di jalan.

Kekurangannya? Satu, motor ini berat buanget (182 kg, edyaaaan!!). Dua, susah diparkir karena badannya lebar (apalagi knalpotnya dua folks!). Tiga, harga sparepartnya bikin anda jantungan 😆 . Empat, desainnya subjektif banget, banyak orang suka tapi banyak juga yang gasuka.

Kenyamanan    : 9/10
Performa    : 9/10
Fitur        : 8/10
Impression    : 7/10

=====================================
Perlu diperhatikan bahwa rekomendasi touring yang saya berikan bukan berarti mengatakan bahwa motor rekan jackalride yang berbeda dengan diatas adalah motor cupu yang tidak bisa touring… Hanya saja, touring akan lebih nyaman dengan motor diatas.

So, motor touring manakah yang sampeyan pilih? Wesss lah yang penting tancap gasss…
Semoga bermanfaat. Keep riderhood!

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

25 thoughts on “Motor-motor yang recommended dan pas untuk touring

  1. seandainya inazuma itu 37 jutaan…

    Menerawang Posisi SAtria J115 Alias Satria Young Star.. 🙂

    http://agoey.com/2013/12/06/menerawang-posisi-suzuki-raider-j-115-fi/

  2. CBR turing ? kesel 😀 . supra x nyaman nyaman aja dulu … apalagi yang fi taun 2009 . mesin ga bakal mati karena Fi

  3. Injum

  4. Menurut saya motor bebek yang sangat cocok dipake touring itu adalah honda supra x 125 helm in.kenapa karena motor ini punya fitur yg sangat mendukung untuk keperluan touring.

  5. tambah Tiger 2000 bang, Tirev gak asik hahaha

  6. yeah supra 125 masuk.. bener yok, diajak agresif nggak bisa.. tapi kalo kamu tau gimana memperlakukannya, dia bisa memuaskanmu.. 😎

  7. piksen mna bro? bukannya klub mtor yvc jga sering touring

  8. Ada 1 lagi mas yang blm masuk kelist yaitu honda win nyaman bgt,minus getar irit pula tp yg jd kelemahannya adalah rem depan yg masih tromol walupun sbenernya bisa diakalin dgn cakram gl sih

  9. ini opini pribadi aja yah bro? gue asli pake byson keluaran pertama udah touring ampe sumatra ampe sekarang mesin masih joss terus hehehe.

  10. Lha yamaha scorpio mana … ??? apa nggak masuk kreteria anda … ???

  11. subjektif dari pengalaman pribadi aja, ane tinggi 170cm berat 60kg.untuk jarak jauh luar kota,supra bantingan enak jalan santai,kl diatas 80kpj tangan kesemutan dan pinggang pegel2.byson paha dan pundak yg pegel tengki ma setang kelebaran, enaknya buat manufer. scorpio enak trek lurus,sendiri soknya keras,boncengan soknya lembek. vixion keentengan body terasa melayang, yg asik diajak jalan jauh menurut ane cuman tiger, megapro ma pulsar.kl motor sport fairing nunduk semua,jok boncenger kecil dijamin pegel boncenger.tapi semua itu ga berlaku bagi yg udah menyesuaikan dengan riding position motornya.motor baru keluaran 2014 s/d 2016 blom nyobain.kl mesin dan model balik ke selera masing2 deh.

  12. Utk kelas bebek Kawasaki zx130 paling nyaman utk jarak jauh…. Stabil, posisi stang pas n nyaman, bagasi besar, jok lebar n panjang klo kehujanan joknya bisa kering sendiri, bensin irit n isi bensin jg dr depan jd ga ganggu boncenger Atau klo bawa barang banyak..

  13. Opini saya tetap buat touring cuma BMW R26 250 cc tahun produksi 1956-1960 yang pas menjelajah jalan datar maupun berbukit.

  14. CB 150 R kok gamasuk mas ? Riding positionnya nyaman, torsi ama tenaga cukup oke

  15. memang supra x125 paling kenceng diantara bebek non kopling manual, pernah geber hampir 130kpj dan masih sisa sedikit putaran tuas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s