jackalride

ride through the night

Infrastruktur bobrok, pertumbuhan transportasi pribadi meledak.. Mau jadi apa kita? [Opini]

2 Comments

Hola folks

aksi-nekat-pemotor-lawan-arah-hindari-banjir-di-daan-mogot-001-isn70 tahun Indonesia merdeka, banyak orang saling bertanya pada cermin di kamar mereka. Apakah kita sudah berubah? Simple answers: Maybe yes, but then again, maybe not. Belum lama ini salah satu pabrikan Indonesia membukukan rekor penjualan tertinggi di dunia, di Indonesia ini, di sini, di negara berkembang ini.

Kalo boleh jujur, itu bukan sesuatu yang membanggakan. Itu sesuatu hal yang mengerikan, if not disarray.

Best sales record bukan berarti sesuatu yang membanggakan. Indonesia kan besar masjack? Memang.

Lho, itu kan tanda bahwa Indonesia adalah negara yang secara ekonomi bisa dikatakan bersaing dengan negara-negara besar di dunia? Yap, itu tak sepenuhnya salah. Tapi bukan berarti tak ada bolongnya perkataanmu itu.

Menganalisa sebuah permasalahan sosial hanya dari scope sempit, pada akhirnya akan menghancurkan masyarakat itu sendiri. Penjualan sarana transportasi pribadi kita memang mengalahkan negara-negara lain di dunia.. Tapi perkembangan prasarana infrastruktur kita, katakanlah yang namanya jalan, jembatan, pengaspalan, rel kereta api, dan sebagainya, masih jauh dibawah negara-negara berkembang lain yang seringkali kita pandang sebelah mata, misalkan India, Tiongkok, Thailand, bahkan prasarana negara tetangga kita, yakni Malaysia, jauh mendahului dan meninggalkan kita.

Ketika sebuah negara dideklarasikan, dimerdekakan, atau apalah maumu nyebutnya itu, infrastruktur adalah PR pertama dan salah satu yang paling pertama untuk negeri itu. Ketika Soviet pecah, Russia menghabiskan dana negaranya untuk diinvestasikan ke dalam bentuk jalan-jalan beraspal dan rel kereta. Waktu itu secara ekonomi, Russia cukup jatuh. Namun sekarang? Itu semua terbayarkan. Simpel aja, mereka telah mengerjakan PR yang mereka punya, dan mereka tau prioritasnya.

Dengan adanya infrastruktur yang mumpuni, pertumbuhan ekonomi akan mudah maju, pemerataan penduduk terselesaikan, masalah pangan, pendidikan, energi, dan sebagainya, akan terselesaikan dan akhirnya melaju menjadi negara yang lebih baik.

Dengan kondisi seperti ini, dengan infrastruktur yang sekarang ini, lalu pertumbuhan kendaraan pribadi yang setinggi ini, jalan kita akan tambah ramai dan hiruk pikuk sinetron aktivitas pagi kita yang dipenuhi drama kemacetan dan keluhan, akan makin panjang. Adakah yang merasa senang dengan keadaan ini..? Ada… Terutama pihak2 yang dengan senang hati membawa keuntungan penjualan kendaraan tersebut ke luar negeri. Katakanlah saja saya naif, toh saya tak pernah bilang saya sudah dewasa.

Ibaratnya seperti sebuah baskom yang didalamnya terdapat adonan kue yang sudah diisi ragi. Baskom adalah infrastruktur dan pertumbuhan kendaraan pribadi adalah adonan tersebut. Adonan kita membesar dengan sangat cepat, padahal baskom kita hanya cukup untuk dua bungkus mie instan. Akibatnya, baskom yang saat ini kita punya, sudah retak dedel duwel dan adonannya tumpeh tumpeh, karena tak mampu menahan pertumbuhan ukuran adonan tersebut.

Kondisi ini salah satu indikator negara kapitalis. Katakanlah kita pancasilais, toh itu cuma “katakan”. Kok bisa? Karena kondisi seperti ini pastilah hasil dari kebijakan yang “market oriented”. Market amat berjaya dan berkembang, dan bahkan proyek-proyek pemerintah jadi melempem akibat ketularan virus market. Segala hal dipolitisir ke dalam keuntungan materialistis, ya cocoklah sama negara ini. Jual motor gampang banget tapi bikin jalan susahnya setengah mati. Produk luar lebih berharga dibanding karya anak bangsa.

Semoga bermanfaat
Keep riderhood!

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

2 thoughts on “Infrastruktur bobrok, pertumbuhan transportasi pribadi meledak.. Mau jadi apa kita? [Opini]

  1. maklum lah,
    naik motor lebih irit daripada naik bus.
    kalau mau naek kereta, padahal perginya cuman jarak dekat.
    mau naek sepeda, capek.
    Inilah Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s