jackalride

ride through the night

Review Total Yamaha R15: Love the Character!

23 Comments

Hola folks
Akhirnya, mas Jack punya kesempatan untuk mereview Yamaha R15. Alhamdulillah.wpid-img-20141109-wa0013

Alkisah, mas jack sedang ikut suatu acara bersama anak2 R15 Yogyakarta (R15timewa, karena Yogyakarta Istimewa, hehehe). Naahhh saat itu saya dapet pinjeman satu unit Yamaha R15 ting ting yang masih perawan belum kena virus racun modifikasi. Dapet unit pinjeman, dan ada track yang dapat dicoba. Langsung saja mas Jack pancal untuk test-ride.

Review akan mas Jack bagi menjadi 2: Impresi Fisik dan Impresi Performa


1. Impresi Fisik
Oke, menurut saya, Yamaha R15 warna Hitam yang masih cling cling like a new ini finishingnya bagus. Material plastiknya tebal-tebal, kesetnya gak terkesan murahan, dan overall secara build quality, bagus sekali. Gak ada bagian2 yang gak rapet. Bahkan diatas finishingnya CBR150R K45 kalo saya boleh jujur. Impressive..!

Beralih ke bagian depan. Banyak orang yang menyebut si R kecil ini kayak ikan lele akibat bentuk fairing plus lampu depannya yang demikian. Tapi, entah kenapa saya malah menganggapnya cukup bagus, walau lebih bagus R25 sih sebenernya hahaha.

Bagian belakang pun menurut saya cukup harmonis antara lampu undertail, spakbor belakang, dan swing arm. Malahan cocok kalo saya bilang, walau sayangnya para modif-ers biasanya mengubah harmonisme ini, haha. Knalpot yang memiliki emblem R15 juga tak kalah ciamik.

Speedometer yang cukup besar dan mudah sekali dipantau, membuat kenikmatan riding meningkat. Walau awalnya saya merasa bahwa speedometer set ini terlalu besar dan njepampang, akhirnya saya terbiasa juga.

Nah, selanjutnya dari ergonomi. Bisa jadi, disini malah menjadi point minus dari si R15. Posisi setang yang “nanggung” plus tangki yang landai, membuat badan rada sulit rebahan ketika membutuhkan posisi yang racy untuk menopang speed. Pergelangan tangan yang banyak menopang berat tubuh pun kayaknya bakal mudah pegal pegal.

Selain itu, menurut mas jack, posisi jok belakang yang nungging naujubile ini menjadi sisi kekurangan lainnya. Entah bagaimana yaa menurut rider atau owner R15 lainnya, tapi setelah saya tes, itu nungging sekali dan gampang merosot ketika anda duduk sebagai boncengers. Terpaan angin yang kencang pun terasa sekali ketika dibonceng, wah kudu hati2 nih buat boncenger yang cantik atau berjilbab, takut jilbabnya berkibar..

==========================================================

wpid-img-20141109-wa0011.jpeg2. Impresi Performa
Ketika menyalakan mesin, muncul suara mesin khas yang mirip dengan NVL. Wajar, lhawong mesinnya sama kan. Bunyi knalpotnya aja yang beda, walau begitu2 aja sih suara knalpotnya hahaha.

Mas Jack nutup helm, dan masukkan gigi (gearnya empuk coy, mantep, koplingnya juga), langsung tancap gas. Disinilah mas Jack langsung jatuh hati sama motor ini!

Karakter mesin R15 ini menurut mas Jack lebih kalem (dibanding NVL walau topspeed mirip2), dan pembagian power per gear nya lebih enjoyable dan masuk akal. Gear 1 dan 2, walaupun disetting untuk kecepatan rendah (mungkin untuk di jalanan perkotaan yang rawan macet), tapi nafasnya cukup panjang dan rasional. Dengan kata lain, tidak cepet nggereng alias mentok rpm, dan bisa dipanteng di gear 2 dalam waktu yang cukup lama untuk crusising kecepatan rendah. Menyenangkan!

Setelah saya puas ber-gigi 2 ria, akhirnya saya masukkan gear 3 dan mulai mengejar kecepatan. Si R15 pun nurut dan akhirnya memperlihatkan kegalakannya. Karakter gear 3-4-5 bener-bener memuaskan hasrat ngebut. Di gear ini, speed naik dengan cepat seiring putaran rpm meninggi. Selain itu, nafas di gear 3 keatas ini panjang bro, enak banget memacunya. Seolah-olah si R15 ini berkata: “Lu mau pelan, gw enakin. Lu mau kenceng? Gw jabanin!”.

Karakter mesin yang seperti ini mengingatkan pada motor yang biasa mas Jack tunggangin. Apalagi kalo bukan si CB150SF (yang biasa mas panggil Kobato atau Cobalt). Walaupun DOHC, tampaknya AHM menyetting agar motor tersebut mirip karakternya dengan gen Vixion (racing harian). Nah, saya rasa, untuk setting yang serupa, sorry to say, Yamaha dengan produk R-15 nya lebih memuaskan hasrat saya.

Sayangnya, posisi riding lagi-lagi mengurangi kenikmatan mengemudi saya. Posisi nunduk nanggung ini mengurangi kemampuan nunduk untuk mendapatkan top speed. Kurang nunduk, singkatnya. Namun sayangnya saat itu angin pantai berhembus kencang dari jalur yang saya gunakan untuk test ride, dan akhir kata saya urungkan niat ngepolkan top speed (daripada lecet terus saya gantiin :lol:). Saya cuma dapet sekitar 105 kmpj.

Balada kedua posisi riding. Dengan sudut putar setang racing dilihat dari posisi saya mengemudikan motor, motor ini kurang lincah bila dibandingkan pesaingnya, yakni CBR150R K45. Okelah, dalam sisi ini si CBR lebih menang, lagian kapan AHM kalah soal kenyamanan? Hehe.

Kesimpulan?
Yamaha R15 adalah motor sport fairing buatan Yamaha yang cukup mengesankan. Cocok digunakan sebagai racing harian, atau mau full racing. Karakter mesinnya sangat menyenangkan, dan ditunjang dengan build quality yang sangat baik.

wpid-img-20141109-wa0019.jpgRiding position, dan maneuverability dari R15 agaknya menjadi penghalang dari R15 untuk mencapai skor sempurna. Selain itu, jok belakang R15 yang tergolong tinggi dan nungging membuat boncenger berpikir dua kali sebelum dibonceng naik R15. Walaupun demikian, R15 tetaplah sebuah motor jempolan bagi saya.

R15 ini direkomendasikan bagi pengguna harian yang pengen motor keren, jalan tidak terlalu macet, dan karakter mesinnya enak, plus bagi pengguna bebek/skutik yang ingin naik kelas juga bisa memilih R15 sebagai motor selanjutnya. Tidak disarankan bagi pemilik CB150R/NVL/CBR150R untuk mengganti motor jadi R15, karena gak akan signifikan naiknya :mrgreen:.

The Fun (+)
> Karakter mesin
> Shifting gear empuk
> Pembagian power mesin yang taktis
> Finishing quality jempolan

>Banana Swing Arm

> Bener-bener keliatan keren nih motor kalo difoto
> Speedometer mudah dipantau

The Nuf (-)
> Maneuverability (manuver motor kurang lincah dibandingkan CBR150R)
> Riding positionnya cukup pegal
> Tangki terlalu landai, menyulitkan rebah
> Jok boncengernya membuat banyak masalah, buset dehhh, dari merosot, ketiup angin sampe kelilipan, jilbab orang berkibar, dll dll

Sekian dulu deh, rekan-rekan Jackalride. Semoga bermanfaat.
Keep riderhood!

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

23 thoughts on “Review Total Yamaha R15: Love the Character!

  1. Kalau udah dibawa riding 1000++ km pasti terbiasa kok sana ergonominya….

  2. ketika baru pakai ni motor, sekitar 2-3 hari, tangan ane rasanya kesemutan, pinggang pegal. lama2 biasa juga, malah skrg jd enak bgt. ane pasang knalpot sakura, tarikannya mantap, jozz lah pokoknya..

  3. gantian jajal CBR lokal kene 😀 hahaha . r15 anteng ga kalo kornering ?

  4. akselerasinya kurang nendang nih r15 d bnding nvl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s