jackalride

ride through the night

Penyembuhan Trauma Psikologis Pasca Kecelakaan

10 Comments

Hello brosis. Pa kabar?
Maaf sudah dua hari Jackalride nggak update artikel berhubung adanya kesibukan yang mengharuskan Jackalride ke luar kota, plus adanya ketidak-sehatan fisik sementara ini. Thank you for staying tune!
Hari ini kita mbahas sesuatu yang lain yak, lg pengen bahas selainnya jualan motor dan lain-lainnya. Hehe 😀


Brosis udah pernah kecelakaan? Atau adakah kerabat/saudara/kenalan brosis yang pernah kecelakaan? Maaf nih, Jackalride nanya beginian. Soalnya saya mau mbahas masalah trauma pasca kecelakaan.


Ketika kita selamat dari suatu kecelakaan, atas izin dan rahmat-Nya, sehingga kita masih hidup setelah kejadian yang membahayakan tersebut menimpa kita, tidak jarang seseorang mengalami sesuatu yang disebut Trauma psikologis. Trauma psikologis adalah luka yang dialami seseorang secara psikis atau kejiwaan yang diakibatkan oleh suatu kejadian yang tidak mengenakkan,  sehingga penanganannya tidak sama dengan luka fisik atau fisiologis.
Sebagai contoh:

Misalnya salah seorang dari bro disini mengalami kecelakaan. Ketika sedang melaju di jalan protokol X, mengendarai motor C, pada kecepatan sedang.. Tiba-tiba sebuah bis beridentitas S menerjang si bro ini dari samping. Si bro selamat karena benturan tadi melemparkan dirinya ke sawah di kiri jalan dan hanya membuat kakinya terkilir saja. Motor pun tidak terlalu parah rusaknya. Namun di dalam psikis atau pada alam bawah sadar si bro, ia amat merasakan kecemasan dan ketakutan yang amat mendalam karena kejadian tersebut.
Tak lama, seminggu kemudian, si bro telah sembuh total. Ia sudah bisa beraktivitas normal secara fisik. Lalu ketika si bro mencoba untuk melewati jalan X tadi, dengan motor yang sama, maka sekejap timbul rasa takut pada si bro. Ia merasakan perasaan tidak enak yang amat sangat, ditambah lagi muncul rasa takut yang mendalam. Ia seolah terfiksasi pada masa lalu, seolah dirinya merasakan bahwa ia akan kena kecelakaan yang sama seperti waktu sebelumnya.
Ia takut dengan motornya yang seolah akan membawa kecelakaan lagi. Ia takut pada bis yang melintas. Ia takut pada bunyi klakson dari belakang, ia takut pada sawah, ia takut pada tikungan, dan masih banyak lagi gejala atau simptom nya.
Itu yang dinamakan trauma pasca kecelakaan.
Sebetulnya, trauma adalah respons alamiah yang dirahmatkan oleh sang Rabb kepada kita. Trauma ini tujuannya adalah supaya menjauhkan hal-hal yang membahayakan dari tubuh kita, supaya kita bertahan hidup. Namun ketika trauma tersebut menghalangi kita untuk beraktivitas secara normal, disitulah trauma berubah menjadi gangguan jiwa.
Bagaimana cara yang baik untuk menangani trauma pada diri sendiri atau orang lain?
Perlu diingat, bahwa untuk menyembuhkan orang yang terkena trauma pasca kecelakaan, kita harus fokus pada pemindahan fiksasi ini. Fiksasi ini harus dipindahkan ke setelah kecelakaan. Bahwa si korban ini masih hidup, sehat, aman, dan masih bisa menjalani kejadian kemarin dengan berbeda, dan lebih baik lagi!
Lalu, bagaimana mengubah fiksasi itu? Berikut langkah yang bisa Jackalride paparkan.
1. Sadarkan si korban ini bahwa kecelakaan itu sudah berlalu. Hal yang tidak seharusnya dilakukan di sini adalah mengulang-ulang kejadian kecelakaan tersebut. Orang-orang yang merawat si korban ini tidak seharusnya mengingatkan atau membuat si korban terus-terusan ingat akan kecelakaan tersebut, karena beberapa saat setelah kecelakaan terjadi, korban masih belum stabil secara psikis. Ada baiknya, jika ingin mengetahui atau mencari informasi, tanyalah pada saksi atau keluarganya.
Tidak perlu bagi keluarga atau kerabat dekat untuk terus-terusan menyesali kejadian yang telah lalu, atau terus-terusan menyalahkan korban, karena bagaimanapun, harus disyukuri bahwa korban telah selamat. Jika korban menderita luka fisik, usahakan agar luka fisik tersebut sembuh terlebih dahulu.

2. Sadarkan si korban bahwa ia saat ini berada pada keadaan hidup SETELAH kecelakaan tersebut terjadi. Fokuslah untuk meyakinkan bahwa si korban ini, sekarang baik-baik saja dan tidak akan terjadi kecelakaan yang sama. Fokuskan untuk menstabilkan keadaan korban lebih lanjut. Biasanya, kalau tahapan ini sukses, korban akan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi kepadanya.

3. Fokuskan untuk mengeliminasi pikiran-pikiran tidak benar yang menjurus pada kecelakaan, misalnya jika dalam kasus kecelakaan diatas, fokuskan untuk mengeliminasi pikiran bahwa kalau naik motor C, nanti ditabrak dari belakang, kalau ada bis S, nanti akan mencelakakan kita, dan lain-lain. Kali ini fokus kita adalah menghilangkan asosiasi tersebut. Secara perlahan, dampingi korban, misalnya, bawa ia jalan-jalan dengan naik motor C. Yakinkan bahwa motor C tidak akan membuat ia celaka. Teruslah membantah asosiasi yang terbentuk di dalam kepala si korban ini.

4. Terakhir, buatlah korban yakin bahwa ia sudah baik-baik saja, kecelakaan sudah berlalu, masa depan tidak pasti seperti itu, dll.. Namun yang meyakinkan hal tersebut, haruslah si korban sendiri. Caranya? Cobalah untuk meminta si korban membayangkan kecelakaan tersebut, tapi mintalah si korban untuk membayangkan apa yang seharusnya terjadi pada saat itu, agar kecelakaan tidak menimpanya.
Misalnya, bayangkan bahwa pada saat kecelakaan tersebut, si supir bus S mengklakson lebih awal, sehingga si bro sempat meminggirkan motor C nya dan kecelakaan tidak terjadi. Atau bayangkan bahwa si bro lebih waspada di jalan dan sempat menengok ke spion, sehingga dia aware bahwa ada bis S yang sedang melaju kencang dan mungkin menabraknya dari belakang, lalu si bro jadi sempat minggir, dan seterusnya.
Kenapa tahap ini dilakukan? Tahap ini dilakukan untuk menghilangkan asosiasi seperti pada poin 3, secara menyeluruh. Setelah hasil terlihat dan si bro ini tidak memiliki asosiasi seperti saat ia setelah kecelakaan, maka terapi sukses.

Terapi diatas hanya bisa dipraktekkan untuk kasus yang ringan hingga sedang. Apabila kasus terlampau berat, misalnya terdapat korban jiwa, cacat fisik, kriminalitas, mohon untuk tidak melakukan generalisir terapi diatas secara berlebihan, karena Jackalride tidak akan bertanggung-jawab atas apa yang terjadi sebagai akibat terapi ini. Mohon menemui terapis atau psikolog.

Keep safety di jalan ya brosis!
Keep riderhood!

Advertisements

Author: jackalride

Jackalride, your source for automotive and tech informations. Seorang mahasiswa merangkap desainer lepas, yang lama lulusnya ini, mencoba untuk menuangkan isi pikirannya dan keterbatasan intelektualnya untuk di share bersama, dibahas, dan bahkan untuk dikritik semata supaya kita bisa menambah wawasan dan saling memperkaya pengetahuan. Jangan ragu untuk berbagi, brosis! Semua rider itu satu aspal. Salah atau benar itu selalu ada dalam hidup, nggak tertutup buat Jackalride sendiri! Keep riderhood!

10 thoughts on “Penyembuhan Trauma Psikologis Pasca Kecelakaan

  1. artikel begini nih bagus,.. pencerdasan otomotip :mrgreen:

  2. artikel bagus om, kenapa ga dipromosikan?

  3. (⌣_____⌣ =-?)ƗƗммм◦°◦., ane dri dlu msi sk deg2an ktika lwat jln yg gelap tp bnyak lobangnya/keriitingnya… 2x nyungsep yg akibatnya keseleo anckle yg sakitnya ngampun2.. Walau sudah 3thn berlalu ane msi sk ketakutan klo pas jln sndiri lwt model jalan aspal bolong2+keriting… Smp terakhir rute tangerang-serang ane nongkrong dl smbil nunggu motor lewat… Klo sblm2nya sih kdg ane nambahin katalis -OH biar gk kalah nyali tiap mw lewat rute tngerang-serang…

    • perlu dicoba tuh bro, untuk menghadapi jalan yg kayak tmpat ente kecelakaan.. Jalannya ga perlu jalan yang kmaren kecelakaan, cukup cari jalan yang setipe, yang mirip-mirip.. Biasakan dulu dengan jalannya,coba lalu lalang, kalo ga berani sendirian, minta ditemenin adek/bapak/temen/tetangga/pacar dll. Ntar lama-lama berani kok.

      Yang penting itu memutus asosiasi di otak bahwa kalo lewat jalan beginian pasti kecelakaan, itu yang perlu dihilangkan, caranya dengan.. yaa dengan menghadapi dan membiasakan.

  4. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Psikologi. Perkembangan psikologi manusia sekarang ini harus sangat diperhatikan agar mereka tidak berkembang dengan mental yang salah. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai psikologi yang dapat dilihat di Disini

  5. thanks gan infonya.. keren

  6. thanks min infonya sangat membantu

  7. Terima kasih informasinya gan. Sgt membantu saya untuk berpikiran positif setelah kecelakaan hr ini. Luka dan rusak motornya ga parah, tp ada rasa takut yg perlu diatasi ke depan saat berkendara lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s