jackalride.com

ride through the night

Brand Image, seberapa penting?

| 1 Comment

marketing-2

mar-ke-ting.

Apa yang terpikir di benak brosis sekalian, sewaktu mendengar nama Honda? Mungkin yang terpikir adalah motor murah, tahan lama, dan nyaman.
Sedangkan Yamaha? Adalah motor keren, kencang, dan dinamis ala anak muda.

Kawasaki gimana? So pasti, adalah motor sport gede premium, moge ya kawasaki.

Membuat konsumen berpikir bahwa perusahaan X memiliki karakteristik produk yang begini, begini, dan begini, seterusnya dll dll… Adalah tujuan dari sebuah strategi marketing yang namanya “Brand Image”.

Istilahnya adalah, membuat identitas perusahaan berikut produknya.

Kalau brosis sekalian sudah punya mindset seperti contoh yang saya paparkan di atas.. Maka branding image yang dilakukan oleh pabrikan-pabrikan besar tersebut sudah berhasil!

Tentu saja, artinya strateginya sukses.. Hehe B)

Kenapa perusahaan harus punya brand image?

1. Supaya visi dan misinya sampai di masyarakat.

Kalau brosis berpikir bahwa Yamaha adalah motor kencang, keren, dan gaul, berarti niatan perusahaan untuk membuat motor kencang, keren, dan gaul tersebut.. sudah berhasil. Hehe.

2. Supaya diingat.
Otak manusia ini, punya kecenderungan untuk melupakan sesuatu yang tidak berkesan menurut penilaian subjektif mereka. Mau itu kejadian sehari-hari, ujian, kerjaan, motor liwat, makanan yang dimakan tadi, ataupun cewek yang kita anggep cantik.

Contoh: bro sekalian pasti inget muka cewek yang paling cantik DAN paling jelek, yang pernah bro temuin pas lagi naik motor di jalan. Tapi kalo yang mukanya biasa-biasa aja, pasti nggak inget, iya toh?
:mrgreen:

Itu karena kesan bro. Sesuatu yang berkesan, mau itu baik atau buruk, pasti diinget. Begitu juga dengan motor, kalo imagenya bagus pasti kita inget, ya kan? Apa motor idaman brosis sekalian, pasti bisa diinget, kan?

3. Sebagai identitas perusahaan.
Lebih mudah mengembangkan perusahaan yang identitasnya jelas, visi misi jelas, dan rulesnya jelas, dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memiliki kejelasan dalam aspek-aspek tadi. Otomatis.. Apalagi dalam berjualan motor.

4. Sebagai power dalam marketing.
Terakhir. Brand Image dalam marketing, adalah bargaining power. Bargaining Power atau kekuatan tawaran ini berperan banget-nget-nget ketika konsumen akan menjatuhkan pilihan mereka terhadap motor yang akan mereka beli, mereka tawarkan ke orang, atau mereka rekomendasikan.

Contoh:   Kenapa bapakmu, atau mbahmu beli motor Honda?

Alasannya, nggak bakal jauh-jauh dari “Honda itu hemat”, “Honda itu awet”, dll dll.

Itulah bargaining power.

Sedikit menganalisis, itung2 belajar, brosis.. Hehe..
Keep riderhood!

One Comment

Leave a Reply

Required fields are marked *.